12/28/2012

Puisi Tentang Nurvika Damai

Antara Airmata dan Kerinduan

Sunyi pun kelam,

Bayang pun pudar,

Dan tetap ku terdiam,

Melambaikan harapan,

Di terpa sayup-sayup senja kelabu.


Tiada jarak, tiada waktu.

Semua saru bagaikan kumparan debu.


Panjang lolongan asa berseteru,

Meniru-niru riakan ombak di lautan biru,

Bermandikan cahaya rembulan yang bisu,

Dengan tatapan nanar membelenggu,

Lalu tumbuh pucuk-pucuk ratapan sendu,

Mengilhami sanubari yang kian termangu....


Antara airmata dan kucuran keringat,

Terpampang di sela ruang dan waktu,

Menggambarkan kerinduan punguk pada rembulan,


Sesaat angan Menari-nari,

Bersama lembayung di ufuk barat,

Di elus lembutnya bayu merengkuh,

Bersenda gurau melepaskan sunyi,

Dalam hari-hari yang serasa rancu,



Tidak ada komentar: