12/28/2012

Puisi Tentang Nurvika Damai

Antara Airmata dan Kerinduan

Sunyi pun kelam,

Bayang pun pudar,

Dan tetap ku terdiam,

Melambaikan harapan,

Di terpa sayup-sayup senja kelabu.


Tiada jarak, tiada waktu.

Semua saru bagaikan kumparan debu.


Panjang lolongan asa berseteru,

Meniru-niru riakan ombak di lautan biru,

Bermandikan cahaya rembulan yang bisu,

Dengan tatapan nanar membelenggu,

Lalu tumbuh pucuk-pucuk ratapan sendu,

Mengilhami sanubari yang kian termangu....


Antara airmata dan kucuran keringat,

Terpampang di sela ruang dan waktu,

Menggambarkan kerinduan punguk pada rembulan,


Sesaat angan Menari-nari,

Bersama lembayung di ufuk barat,

Di elus lembutnya bayu merengkuh,

Bersenda gurau melepaskan sunyi,

Dalam hari-hari yang serasa rancu,



12/08/2012

Gadis manis di depan kelas

Kenangan 6 Tahun Silam



Banyaknya butiran-butiran debu di tengah gurun tak'kan mampu melukiskan rinduku padamu manis...

Seindah alunan melodi rindu getar suaramu menemani sunyiku lewati dinginnya malam dalam ruang waktu..

Kerlip jutaan bintang di langit kala purnama tak seindah bayangan asmara ketika cinta mu menyambutku dalam semua pengharapan ini ...

Keindahanmu terpancar dalam ingatan ku bagaikan ribuan bidadari syurga membentangkan untaian kasih sayangnya hingga penjuru dunia...


Ku sujudkan langkahku terhenti di tengah malam, hanya berharap pada yg kuasa kaulah jawaban dari semua penantian ku dalam arungi mimpi...

Berat kurasa,,,

Namun bukan alasan bagiku berpaling  dari semua takdir.

Datanglah wahai juwita, dengan segenggam ketulusan cinta.

Waktu pun tak'kan pernah mampu membelenggu penantianku dalam setiap titik air mata ku kala dirimu tiada...

Penantian