Kisah Klasik Tentang Seorang Gadis
"Aku lelah, dan aku telah sampai dimana aku menoleh dan aku menyadari aku tak pernah menemukan apa-apa. Dan bahwa seumur hidupku Aku hanya pura-pura bahagia."
1/11/2013
Kisah yang tak mampu ku Lukis
Menolehlah,
Kan kau dapati aku yang tengah meneguk segelas tangis.
Bicaralah,
Kan kau rasa aku yang tengah berkemelut sepi.
Sentuhlah,
Kan kau tau sebuah rindu yang kian meredup.
Aku berkaca dalam gelapnya hari,
Bukan untuk melengkapi lapisan derita,
Bukan pula menapaki tajamnya luka mengiris hati,
Namun ku berkaca mengenali hidup,
Sampai dimana aku dapat melangkah,
Belajar dari banyaknya rasa yang menggeliat,
Bila,,,bila,,,dan bila.
Bukan itu ungkapan untuk ku menyesali.
Kisah yang tak pernah terlukis oleh ku.
Dan hanya perasaanku saja yang enggan berkasih.
Karna bait-bait dari hatiku tersimpan dalam kenangan itu.
Sampai kini tanpa aku sadari,
Sosok itu tinggallah mimpi.
Sebuah sejarah yang tak pernah ku mengerti,
di antara riaknya kehidupan dan deras nestapa,
hati memilih jawaban yang slama ini ku menunggu.
Bukan aku,,,dan membuatku tetap terdiam.
Karya : Awaludin. S.ip
1/06/2013
Antara Aku dan Dia
Dirinya,,,
sosok cantik jelita yang dengannya ku bahagia.
Senyumnya,,,
sosok manis nan ayu yang dengannya ku merengkuh tawa.
Dia,,,dan dia.
Seperti mawar yang merekah diantara gulma,
Dia,,,dan dia.
Seperti air, tenang dan bening menghanyutkan rindu.
Antara ilusi dan realita,
Antara bayang dan bentuk,
Antara senja dan fajar,
Ku terus ingkari,
bukan itu hatiku berlabuh...
Ku berucap,
bukan itu hasratku menggebu...
Antara aku dan dia,
Karenanya aku merindu, tapi bukan geliat nafsu.
Antara aku dan dia,
Karenanya aku menunggu, tapi bukan aku membisu.
Antara Aku dan Dia,,,
Seperti serpihan kemelut debu.
Karya : Awaludin. S.ip
Karya : Awaludin. S.ip
12/28/2012
Puisi Tentang Nurvika Damai
![]() |
| Antara Airmata dan Kerinduan |
Sunyi pun kelam,
Bayang pun pudar,
Dan tetap ku terdiam,
Melambaikan harapan,
Di terpa sayup-sayup senja kelabu.
Tiada jarak, tiada waktu.
Semua saru bagaikan kumparan debu.
Panjang lolongan asa berseteru,
Meniru-niru riakan ombak di lautan biru,
Bermandikan cahaya rembulan yang bisu,
Dengan tatapan nanar membelenggu,
Lalu tumbuh pucuk-pucuk ratapan sendu,
Mengilhami sanubari yang kian termangu....
Antara airmata dan kucuran keringat,
Terpampang di sela ruang dan waktu,
Menggambarkan kerinduan punguk pada rembulan,
Sesaat angan Menari-nari,
Bersama lembayung di ufuk barat,
Di elus lembutnya bayu merengkuh,
Bersenda gurau melepaskan sunyi,
Dalam hari-hari yang serasa rancu,
Karya : Awaludin. S.sos
12/08/2012
Gadis manis di depan kelas
![]() |
| Kenangan 6 Tahun Silam |
Banyaknya butiran-butiran debu di tengah gurun tak'kan mampu melukiskan rinduku padamu manis...
Seindah alunan melodi rindu getar suaramu menemani sunyiku lewati dinginnya malam dalam ruang waktu..
Kerlip jutaan bintang di langit kala purnama tak seindah bayangan asmara ketika cinta mu menyambutku dalam semua pengharapan ini ...
Keindahanmu terpancar dalam ingatan ku bagaikan ribuan bidadari syurga membentangkan untaian kasih sayangnya hingga penjuru dunia...
Ku sujudkan langkahku terhenti di tengah malam, hanya berharap pada yg kuasa kaulah jawaban dari semua penantian ku dalam arungi mimpi...
Berat kurasa,,,
Namun bukan alasan bagiku berpaling dari semua takdir.
Datanglah wahai juwita, dengan segenggam ketulusan cinta.
Waktu pun tak'kan pernah mampu membelenggu penantianku dalam setiap titik air mata ku kala dirimu tiada...
Langganan:
Komentar (Atom)


